KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Warga bernama Amir Hamzah menemukan kura-kura berbentuk batok atau tempurung. Kura-kura berwarna hitam pekat ini lebih kasar, memiliki batok tebal dan bergigi tajam ini dan tidak seperti kura-kura pada umumnya. 

Amir Hamzah, warga Handel Mulya kilometer 5,5 Anjir Mambulau Timur RT11, Kecamatan Kapuas Timur, Kabupaten Kapuas, mengatakan, kura-kura dengan lebar sekitar 28 cm dan panjang sekitar 47 cm berenang di sungai kecil di depan rumahnya pekan lalu.

"Saya mengira yang berenang itu anak buaya. Sebab kulitnya kasar mirip dengan anak buaya. Tetapi setelah saya amati, ternyata seekor kura-kura. Kemudian langsung saya tangkap dan saya pelihara," kata Amir Hamzah yang ditemui di rumahnya, Minggu (3/6/2018). 

Kini kura-kura yang unik itu dipelihara oleh Amir Hamzah. Temuan kura-kura aneh itu mengundang perhatian warga masyarakat sekitar atau tetangganya. "Kemarin (Sabtu) dan hari ini (Minggu) kura-kura itu kami beri makan daging ayam ras cukup lahap. Gigi-giginya cukup tajam," jelas Amir Hamzah.

Sementara itu, Dokter hewan (drh) Anik yang dimintai komentarnya, terkait temuan kura-kura unik itu mengatakan, memang bentuk dari batok kura-kura bermacam-macam, namun jarang seperti yang ditemukan warga Anjir Mambulau.

--page

Ia menyebut, berdasarkan ciri-cirinya, kura-kura yang ditemukan itu merupakan alligator snapping turtle. Antara lain, memiliki rahang yang kuat serta ukuran kepal yang besar. Terdapat tiga scute dorsal yang beeukuran besar pada tempurung atau batok. Ekor berukuran panjang jika dibandingkan dengan kura-kura pada umumnya.

Kemudian warna yang ditemukan hitam pekat, coklat dan abu-abu. Panjangnya mampu mencapai ukuran tiga kaki atau 80 cm. Usianya mampu mencapai dari 11 sampai 13 tahun."Jadi pada dasarnya bahwa kura-kura yang ditemukan warga itu merupakan kura-kura biasa dan bukan aneh," terang drh Anik. (Sri Hayati/B-2)