SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pihak Polres Kotim terus meningkatkan pengamanan di sejumlah objek vital, terlebih di pusat penumpukkan massa. Hal itu bertujuan mengantisipasi aancaman dari musibah ataupun oknum tidak bertanggungjawab yang memanfaatkan situasi.

"Biasanya menjelang hari raya Idul Fitri, ancaman atau kriminalitas semakin meningkat. Hal itu dilakukan oleh oknum yang memanfaatkan situasi arus mudik atau pun arus balik untuk memperoleh keuntungan dirinya sendiri. Meskipun itu melanggar hukum," kata Kabag Ops Polres Kotim AKP Boni Ariefianto mewakili Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel, Senin (4/6/2018).

Ancaman tersebut terbagi dalam tiga bentuk, yakni ancaman di arus mudik dan balik. Contohnya terjadinya penumpukkan penumpang di pelabuhan, bandara dan terminal. Kecelakaan Lalu lintas di jalur lintas provinsi yakni Jalan Jendral Sudirman, Jalan Cilik Riwut dan Jalan HM Arsyad. Serta kecealkaan lalu lintas air saat penunpang hendak naik kapal.

Selain itu, ancaman lainnya yakni meningkatnya kriminalitas seperti gendam, Hipnotis, copet saat terjadi penumpukan penumpang, penjualan tiket palsu, rumah kosong yang ditinggalkan pemudik jadi sasaran perampokan, pencurian kendaraan bermotor, jambret dan pengedaran narkoba.

"Tentunya semua prediksi ancaman itu sudah kami siapkan strategi menanggulanginya," lanjut Kabag Ops.

--page

Boni melanjutkan, rapat koordinasi antara pihak kepolisian pihak KSOP, Bandara dan Dishub merupakan salah satu cara untuk menanggulangi prediksi ancaman terjadinya penumpukan penumpang. Personel akan ditempatkan di tempat-tempat yang dinilai rawan laka lantas dan kriminalitas. Pihak kepolisian juga sudah menyiapkan beberapa pos pelayanan dan pengamanan.

"Selain tugas pihak kepolisian dan aparat terkait, keamanan saat mudik juga merupakan tugas para pemudik masing-masing. Jangan sampai mengundang kriminalitas, seperti membawa barang atau memakai perhiasan yang berlebihan. Oleh sebab itu, kewaspadaan harus ditingkatkan," tukasnya. (ACHMAD SYIHABUDDIN/m)