BORNEONEWS, Sampit - Arus mudik Lebaran di Sampit semakin terlihat di jalur pelabuhan. Namun untuk di jalur darat, sejauh ini belum begitu terlihat. Di lihat dari tahun-tahun sebelumnya, beberapa warga kabupaten Kotawaringin Timur yang melakukan mudik lebaran memulai perjalanannya 7 hari sebelum hari raya Idul Fitri.
Meskipun demikian, demi menjaga keamanan dan kelancaran saat mudik Lebaran, Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel melalui Wakapolres Kotim Kompol Dhovan Oktavianton mengimbau agar pemudik berhati-hati dalam berkendara.
"Kepada warga yang mudik menggunakan kendaraan pribadi agar selalu berhati-hati. Jangan membawa barang berlebihan. Jika lelah maka istirahat. Jangan lanjutkan perjalanan. Kami yelah menyiapkan pos-pos pelayanan, bisa digunakan untuk neristirahat," ucap Dhovan, Senin (4/6/2018).
Tidak hanya itu saja, Wakapolres juga mengimbau kepada para masyarakat, khusus nya para pemudik agar nantinya apabila meninggalkan rumah tidak lupa mengunci seluruh celah masuk kedalam rumah. Dan juga memeriksa barang-barang yang dapat menyebabkan musibah, seperti kebakaran yang dapat dipicu dari hubungan arus pendek, maupun kompor yang belum dimatikan.
"Sebelum mudik, tolong diperiksa secara menyeluruh. Sudah terkunci atau belum kah celah masuk ke dalam rumah. Periksa juga kompor, pastikan dalam ke adaan mati. Cabut colokan listrik yang tidak dipakai," jelasnya.
--page
Hal yang tidak kalah penting, Dhovan juga mengingatkan para pemudik agar selalu berdoa sebelum memulai perjalanan. Dan harus memperhatikan rambu lalu lintas.
"Berdoalah agar selamat sampai tujuan, dan agar perjalanannya berkah. Perhatikan aturan lalu lintas serta jangan mengebut. Pelan pelan saja. Masih ada keluarga yang menanti mu di tempat lain," ingat Wakapolres Kotim. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-5)








