BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Malam lailatul qadar merupakan malam istimewa pada bulan suci Ramadan. Makna lailatul qadar merupakan malam yang lebih baik dari 1000 bulan, yang artinya malam kemuliaan penuh dengan berkah.
"Apabila lailatul qadar turun dan dimanfaatkan oleh umat untuk beribadah maka dia akan mendapatkan manfaat tersebut. Manfaatnya seperti ibadah yang akan dilaksanakannya akan lebih baik dari hari-hari biasa," kata Kasi Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Kapuas Asy'ari, Senin (4/6/2018).
Malam lailatul qadar turun pada malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir bulan Ramadan.
Sesuai yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW, di 10 hari terakhir itu sebaiknya umat Muslim meningkatkan ibadahnya seperti melakukan salat tahajud, dzikir, dan lainnya.
"Di Kapuas untuk memanfaatkan malam lailatul qadar itu pada malam ganjil biasanya melaksanakan salat malam. Karena beberapa waktu lalu salat malam sudah pernah dilaksanakan seperti salat tahajud, salat tasbih, dan salat hajat," ucapnya.
--page
Asy'ari melanjutkan, salat tahajud biasanya dilaksanakan minimal dua rakaat, salat hajat juga sama dua rakaat juga, dan salat tasbih empat rakaat. (HARDI/B-5)








