BORNEONEWS, Tamiang Layang - Akibat adanya aksi demo yang dikakukan sejumlah karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, Hendroyono selaku Direktur pelaksana tugas (Plt) dinonaktifkan sementara.
Sekretaris Daerah Ir Eskop membenarkan bahwa penonaktifan sementara Plt Direktur Bartim sampai hasil pemeriksaan khusus (Riksus) dari inspektorat selesai.
"Sementara kita nonaktifkan sampai inspektorar selesai melakukan pemeriksaan khusus," ucap Eskop yang juga sebagai Dewan Pengawas PDAM Bartim, Senin (4/6/2018).
Menurutnya, penonaktifan sementara itu berlangsung hingga hasil pemeriksaan khusus dari inspektorat selesai.
Jika tidak menemukan penyimpangan baik keuangan, administrasi dan teknis maka bisa diaktifkan kembali.
--page
"Sementara menunggu hasil Riksus Inspektorat, bila tidak ada penyimpangan baik keuangan, administrasi dan teknis, dapat aktif kembali sesuai amanat Permendagri," ungkapnya.
Penonaktifan terjadi atas pelaporan karyawan PDAM itu sendri. Dari 47 karyawan ada 44 orang karyawan melakukan aksi damai mendatangi kantor Bupati Bartim.
"Kami sangat menyayangkan karena dari 47 karyawan 44 karyawan melakukan aksi damai," ucap Eskop.
Pekan pertama bulan Juni 2018, hasil riksus inspektorat sudah selesai. Hasil riksus itu akan menjadi bahan untuk penentuan jabatan Direktur PDAM Bartim. (PRASOJO EKO APRIANTO/B-6)








