BORNEONEWS, Sampit- Aksi balap liar di jalanan Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kembali marak pada Ramadan tahun ini.
Menanggapi hal itu, Kasat Lantas Polres Kotim AKP Yudha Setiawan meminta para orang tua selalu mengawasi anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam aksi berbahaya tersebut.
"Mamang saat ini cukup banyak balapan liar dan itu mulai kami antisipasi. Tentu kami juga meminta kepada orang tua agar menjaga anak-anak mereka supaya tidak terlibat dalam bali," pinta Kasat Lantas, Senin (4/6/2018).
AKP Yudha mengatakan, aksi balap liar sebenarnya sudah sering ditertibkan. Mulai dari mengamankan hingga menahan sepeda motor yang digunakan. Namun belum membuat efek jera bagi para pelaku. Buktinya masih saja ada yang melakukan aksi melanggar hukum tersebut.
"Kami akan terus melakukan pengamanan agar tidak terjadi bali lagi. Salah satunya dengan melakukan patroli di malam dan pagi hari. Terutama di titik-titik jalan yang sering digunakan para pembali tersebut untuk balapan," kata AKP Yudha.
--page
Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini peran orang tua dalam mengawasi anak sangatlah penting. Jangan sampai kejadian beberapa waktu lalu terulang kembali. Yang mana ada orang tua marah-marah keaparat kepolisian karena anak ditangkap akibat balapan liar. Bahkan orang tua itu ngotot bahwa anaknya tidak salah.
Perilaku orang tua seperti itu, kata AKP Yudha, hanya akan membuat sang anak malah menjadi manja dan jemawah. Bila itu kembali terjadi, tidak metutup kemungkinan anak bakal semakin meraja lela.
"Kami mengamankan anak karena terlibat balap liar, itu kami lakukan agar nyawa mereka selamat. Karena kalau sampai ikut ataupun terlibat dengan bali, maka akan berbahaya bagi keselamatan dirinya. Namun yang kami dapat malah orang tuanya yang marah," tutur AKP Yudha.
Ia pun menyesalkan sikap orang tua tersebut. Selain itu, ia meminta ke depan orang tua bisa menjaga anak mereka dengan lebih ketat. Sehingga tidak terlibat bali atau kenakalan remaja lainnya.
Di sisi lain, Satlantas Polres Kotim akan terus mengantisipasi balapan liar. Kepada warga yang melihat atau mengetahui aksi tersebut diimbau segera melaporkan ke aparat penegak hukum supaya bisa ditindaklanjuti. (MUHAMMAD HAMIM/B-3)








