BORNEONEWS, Sampit - Jajaran Kepolisian Republik Indonesia tidak lagi menggunakan nama pengamanan arus mudik Hari Idul Fitri 2018 sebagai operasi Ramadniya, seperti halnya pada dua tahun belakangan yakni 2016 dan 2017.
Kabag Ops Polres Kotim AKP Boni Ariefianto mewakili Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel mengatakan, seluruh jajaran Pori di tahun 2018 ini kembali menggunakan sandi 'Operasi Ketupat'.
Penyebutan 'Operasi Ramadniya' yang digunakan pada pengamanan arus mudik dua tahun sebelumnya terbilang sulit diucapkan. Hal itulah yang mendasari kembalinya digunakan sandi 'Operasi Ketupat' pada 2018 ini.
"Dulu namanya Operasi Ketupat. Namun semenjak 2016, kami diperintahkan menggunakam sandi Operasi Ramadniya. Dan pada tahun ini kembali lagi seperti semula yakni Operasi Ketupat," terang Boni, Senin (4/6/2018).
Meski adanya penggantian nama, tujuan operasi ini tetaplah sama, yakni untuk pengamanan arus mudik lebaran.
"Tujuannya tetap sama. Memang banyak yang harus dievaluasi agar operasi ketupat ini bisa maksimal dari sebelumnya. Meskipun demikian pihak kepolisian dan petugas dari instansi terkait yang ikut serta dalam operasi ini harus lah memilki semangat yang maksimal. Mari kita berikan pelayanan publik dengan semaksimal mungkin," tutur Boni. (ACHMAD SYIABUDDIN/m)








