BORNEONEWS, Sampit - Kasat Lantas Polres Kotim AKP Yudha Setiawan mengatakan salah satu penyebab kecelakaan yang terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terutama di wilayah Sampit, akibat minimnya penerangan jalan umum.
"Untuk dalam kota saja, saat ini banyak penerang jalan yang mati. Itu rawan terjadi kecelakaan," kata Yudha mewakili Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel, Senin (4/6/2018).
Dirinya mengatakan, untuk jalan dalam kota Sampit saat ini cukup banyak jalur yang minim penerangan atau lampu jalan. Seperti di Jalan Kapten Mulyono, Jalan Pramuka, Jalan Pemuda, dan lokasi lainnya.
Sedangkan di Jalan HM Arsyad juga banyak lampu penerangan jalan yang mati dan tidak menyala sama sekali. Sehingga hal itu butuh perbaikan dari pihak terkait.
"Gelapnya jalan sangat berpengaruh pada terjaidnya lakalantas. Terutama di persimpangan atau perempatan, karena sering tidak terlihat hingga terjadinya tabrakan," kata Yudha.
--page
Dia mengatakan, dalam kasus kecelakaan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir juga salah satunya akibat minimnya penerangan jalan.
Selain di dalam kota, jalan menuju arah luar kota terutama di daerah rawan seperti tikungan dan lubang juga perlu ada penerangan jalan.
Kasat Lantas Polres Kotim pun berharap agar pemerintah daerah memperhatikan kondisi tersebut. Dan memasang lampu jalan, sehingga kecelakaan bisa diminimalisir. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)







