BORNEONEWS, Pangkalan Bun - RUPSLB PT Provident Agro Tbk (PALM) telah menyetujui rencana manajemen untuk memperluas lini bisnis perseroan ke sektor Sumber Daya Alam (SDA).
Langkah strategis ini dinilai akan semakin memperkuat kelangsungan bisnis PALM, selain dari sektor perkebunan kelapa sawit.
Direktur Utama Provident Agro, Tri Boewono, mengatakan manajemen berkomitmen untuk menjaga fundamental perusahaan tetap solid. Oleh karena itu, perluasan usaha menjadi salah satu upaya untuk mengoptimalkan setiap peluang bisnis yang ada.
“Diversifikasi bisnis merupakan pilihan perseroan sebagai bagian dari strategi untuk mengoptimalkan setiap peluang bisnis baru yang terus bermunculan. Dengan pengalaman dan dukungan sumber daya manusia yang teruji, kami optimistis kinerja perusahaan akan semakin solid,” kata Tri dalam keterangan tertulisnya awal pekan ini.
RUPSLB juga menyetujui rencana perusahaan untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham. Perusahaan akan membeli kembali saham maksimal 153 juta lembar saham atau senilai Rp51,77 miliar atau setara dengan 2,15% dari seluruh modal yang ditempatkan dan disetor penuh.
--page
Proses buyback saham PALM akan dilakukan dengan periode waktu selama 12 bulan sejak disetujui terhitung 5 Juni 2018 sampai 4 Juni 2019. Rencana ini memungkinkan perseroan menurunkan keseluruhan biaya modal, meningkatkan return on equity (ROE) serta earning per share (EPS) secara berkelanjutan.
“Strategi ini memberikan fleksibilitas lebih besar yang akan dimiliki perseroan dalam mengelola modal untuk mencapai struktur permodalan yang lebih efisien,” ujarnya.
Pada kuartal I 2018, pendapatan Provident Agro tercatat Rp158,28 miliar dengan laba bersih periode berjalan sebesar Rp1,48 miliar. (NEDELYA RAMADHANI/m)








