SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Menjelang hari raya Idul Fitri 1439 Hijriyah pengemis di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur makin marak.

Bahkan kini sebagian pengemis memanfaatkan anak-anak untuk mencari simpati warga agar mau memberikan uangnya.

"Kasihan namun risih melihatnya. Ada pengemis yang membawa anaknya. Apapun alasannya , seharusnya anak-anak tidak boleh dilibatkan dalam hal seperti itu," ucap Ega, pengunjung warung makan di jalan A Yani Sampit, Selasa (5/6/2018).

Selain perempuan yang membawa anak, terlihat juga sejumlah anak-anak membawa gelas plastik bekas minuman air mineral untuk mengemis. Mereka meminta uang kepada para pengunjung di warung makan tersebut. Eksploitasi anak jelas terlihat dalam hal ini.

Parahnya lagi beberapa waktu lalu sempat beredar foto seorang pengemis perempuan mengenakan baju Korpri sedang meminta-minta di pusat perbelanjaan mentaya (PPM) Sampit.

--page

Pemerintah daerah melalui instansi terkait sudah pernah dan berulang kali menertibkan gelandangan dan pengemis di Kota Mentaya, pada tahun-tahun sebelumnya. Seolah tidak merasakan jera sedikitpun, masih saja pengemis kembali melancarkan aksinya.

Kebanyakan pengemis yang ada di 'Bumi Haabaring Hurung' ini bukanlah warga Sampit, melainkan dari luar daerah.

Mahasiswi semester akhir di Universitas Darwan Ali Sampit itu meminta kepada pihak Pemda setempat melalui instansi terkait agar menertibkan pengemis guna membersihkan penyakit malas itu.

"Padahal para pengemis terlihat masih memiliki kondisi yang sehat. Hal ini tidak boleh dibiarkan. Jika didiamkan maka akan banyak lagi pengemis yang berdatangan di Sampit," tuturnya. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-5)