SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyiapkan dana Rp42 miliar untuk mencegah dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). 

"Ada Rp42 miliar yang nantinya akan digunakan untuk kebutuhan penanggulangang Karhutla," ujar Sekda Kotim Halikinnor, Selasa (5/6/2018). 

Dana itu dari dana bagi hasil dana reboisasi (DBH-DR). Yang mana selama ini mengendap dan tidak bisa digunakan sembarangan. Namun dengan keluarnya aturan baru bahwa dana tersebut bisa dipakai, asalkan mengarah pada penanggulangan Karhutla, sehingga pemerintah langsung menggunakannya. 

"Dalam peraturan terbaru tersebut, DBH-DR boleh digunakan 50%. Dan itulah yang nantinya akan digunakan untuk memberi peralatan damkar dan keperluan penanggulangan kebakaran lainnya," kata Halikinnor. 

Saat ini DBH-DR Kotim mencapai Rp84 miliar. Sehingga dengan diperbolehkanya menggunakan 50% dana tersebut, maka Rp42 juta akan dipakai untuk keperluan penanggulangan. Salah satunya adalah masyarakat peduli api. 

Dengan adanya dana itu pemkab merasa terbantukan. Karena saat ini Kotim membutuhkan dana untuk antisipasi karhutla. Karena daerah ini sangat rawan, sehingga mengutamakan pencegahan lebih dini sebelum terjadi karhutla yang begitu besar nantinya. 

"Sehingg rencana kami untuk pembiayaan terhadap tim masyarakat peduli api yakni dengan menggunakan DBH-DR tersebut," terang Halikinnor. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)