BORNEONEWS, Muara Teweh - Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfosandi) Kabupaten Barito Utara sudah beberapa kali mengajukan pendirian tower seluler di pedalaman Sungai Lahei kepada pemerintah pusat.
Kepala Diskominfosandi Barito Utara, M Iman Topik menyampaikan usul tersebut telah beberapa kali disampaikan kepada Kementerian Kominfo melalui BP3TI yang membidanginya.
Usul pendirian tower BTS dalam hal ini yang disediakan Kominfo berupa tower BTS mini 2G diperuntukkan bagi daerah yang masuk dalam kategori 3 T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal).
“Hal ini dikarenakan kuota yang disediakan oleh Kominfo terbatas, sembari menunggu kuota yang lebih besar sehubungan dibukanya Palapa Ring 3,” kata Topik, Selasa (5/6/2018)
Disampaikan Topik, untuk wilayah Kabupaten Barito Utara walau telah intens mengurus permintaan pembangunan tower BTS, tetapi menurut BP3TI tidak termasuk dalam kategori daerah 3T.
--page
“Kabupaten Barito Utara untuk permintaan pendirian tower BTS menunggu kuota yang akan disediakan berikutnya dalam hal ini menunggu proyek Palapa Ring 3,” ucapnya.
Diskominfosandi berupaya memohon bantuan dari provider Telkomsel untuk dapat membantu masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan signal telekomunikasi.
“Telah beberapa kali menghubungi Telkomsel baik melalui surat maupun datang langsung ke Kantor Pusat Telkomsel Jakarta. Sehubungan Telkomsel merupakan sebuah perusahaan yang berorientasi profit, maka akan melihat dan melakukan survei apakah daerah yang dimintakan dapat didirikan tower BTS,” cetusnya.
Diskominfosandi juga memohon do’a dan dukungan masyarakat agar permintaan dapat terwujud, pihak Telkomsel meminta agar bila nantinya didirikan tower perijinan dapat dipermudah dan terutama tanah lokasi pendirian tower tidak bermasalah. (RAMADHANI/B-6)








