BORNEONEWS, Muara Teweh – Kepala Bidang Pasar, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Barito Utara, Adi Haryadi mengatakan pembangunan fisik Pasar Bebas Banjir (PBB) telah mencapai 41 persen.
“41 persen ini telah melebihi target dari yang ditentukan 34 persen,” ucap Adi Haryadi, Selasa (5/4/2018).
Dikatakan, pembangunan Pasar PBB dilaksanakan kontrak selama 150 hari pekerjaan dan berakhir pada 20 Agustus 2018.
“Ditargetkan Oktober 2018 sudah dapat difungsikan dan dilakukan pembangian lapak,” ujarnya.
Untuk kendala, yakni hanya pada saat waktu lebaran, karena ada libur selama 12 hari bagi pekerja, namun dengan progres yang melebihi target, semua kendala tersebut dapat ditutupi.
--page
Ia mengatakan, pasar PBB rencanya akan dapat menampung sekitar 150 pedagang, sehingga para pedagang di pasar PBB sebelumnya dapat jatah lapak.
“Bahkan lapak tersebut melibihi dari pedagang yang ada, kemungkinan nantinya ada pedangang baru,” katanya.
Diutarakannya, pembangunan pasar bebas banjir ini dianggarkan sekitar Rp3 miliar lebih. Diharapkan pembangunan pasar ini dapat berjalan dengan lancar.
“Kita juga telah melakukan pengecekan bersama Ketua TP4D Kejaksaan Negri Muara Teweh, kontraktor, PPTK dan konsultan pengawas” pungkasnya. (RAMADHANI/B-6)








