BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur, Muhammad Shaleh sepakat agar operasional truk dan angkutan CPO selama arus mudik ini ditertibkan.
"Kita mendukung angkutan CPO ditertibkan. Sebab sangat rawan menyebabkan kecelakaan di lalulintas," kata Shaleh, Selasa (5/6/2018).
Shaleh pun meminta aparat tegas, apalagi sudah ada edaran untuk operasional H-7 dikabarkan distopkan. Sehingga truk cpo yang melanggar perlu ditindak tegas.
Seperti diketahui, jalur angkutan darat sangat diperlukan untuk arus mudik maupun arus balik lebaran ini. Dengan penertiban itu, diharapkan bisa memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pemudik.
"Tentunya itu menjadi tugas dan tanggungjawab dari pemerintah dan aparat penegak hukum," tukasnya.
--page
Apalagi, dari sejumlah data kecelakaan lalulintas yang terjadi di Kotim, sebagian penyebabnya adalah truk CPO. Salah satunya kecelakaan beruntun di Sebabi, belum lama tadi.
Saleh tidak ingin arus mudik lebaran tahun ini diwarnai dengan insiden kecelakaan akibat kurangnya persiapan dan pencegahan, baik dari pemudik dan aparat pemerintah terkait lainnya
Selain itu, Shaleh juga meminta kepada pihak terkait untuk membuka posko di setiap rest area. Sebab, banyak pemudik biasanya yang dipaksakan berkendara sehingga mesti istirahat dan diberikan pengobatan. (NACO/B-11)








