PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Mendekati hari Raya Idul Fitri harga daging ayam di pasar mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Ternyata salah satu penyebabnya karena masyarakat kurang berminat terhadap daging ayam beku.

"Pemerintah sudah bekerja maksimal agar daging ayam tidak terjadi kelangkaan sehingga harganya tetap normal seperti biasa. Salah satunya dengan menyetok daging ayam beku," ujar ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Tengah M Hatta, Rabu (6/6/2018).

Namun ternyata, daging ayam beku kurang peminatnya. Masyarakat lebih suka mengonsumsi daging sembelihan. "Sehingga harga daging ayam di pasar naik turun," tambahnya.

Hatta menjelaskan, pihaknya sudah berusaha memberikan pencerahan kepada masyarakat, daging beku sama sehatnya dengan daging sembelihan yang sering masyarakat pesan.

Ke depannya, Hatta berharap masyarakat bisa lebih memahami tentang keberadaan daging beku agar harga di pasar bisa lebih terkendali sehingga tidak ada pedagang nakal yang memanfaatkan kelangkaan daging ayam, lalu menjualnya dengan harga lebih mahal. (GAZALI/B-2)