BORNEONEWS, Sampit - Menjelang hari raya Idul Fitri 1439 Hijriyah, aksi pejambretan kian marak di kota Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Seperti yang menimpa dua remaja putri.
Kedua remaja putri yang masih berstatus pelajar itu mengalami peristiwa yang tidak mengenakan. Mereka menjadi korban penjambretan di Jalan Ir.H.Juanda 24, Kelurahan MB Hilir, Kecamatan MB Ketapang, Sampit, Sabtu (1/6/2018) lalu.
Kedua korban sama-sama berusia 14 tahun. Saat itu mereka sedang dalam perjalanan pulang ke rumahnya dengan berboncengan menaiki sepeda motor. Saat itu, seorang korban yang duduk di belakang sedang memegang dua unit telepon seluler.
"Yang di tangan kanan itu ponsel saya dan di tangan kirinya ponsel DF," ucap korban saat ditemui di kediamannya, Rabu (6/6/2018).
Belum sampai rumah, tiba-tiba ponsel yang berada di tangan kiri korban dirampas oleh dua orang pria berpakaian serba hitam. Dengan cepat ponsel tersebut berpindah tangan. Korban kaget dan langsung teriak jambret.
--page
"Dia teriak jambret. Dan meminta saya mengejar. Motor saya pacu lagi namun laju motor kedua jambret itu tidak dapat dikejar," terang korban didampingi ibu kandungnya
Kejadian tersebut tidak langsung dilaporkan ke aparat kepolisian setempat.
"Kami tidak melapor. Belum tahu jika dia sudah melapor atau tidak. Yang kehilangan hp adalah dia. Kasihan dia, Hp Vivo nya dicuri," celetuk ibu korban. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-2)








