BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Tidak stabilnya voltase listrik di Kecamatan Kumai, diduga menjadi sebab mesin ATM yang berada di Bank BRI Unit Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) error hingga menyebabkan uang milik nasabah yang diambil di ATM tidak keluar sebagaimana mestinya dan malah berhamburan di ruangan ATM.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor BRI Cabang Pangkalan Bun Mustajab Hadi, Rabu (6/6/2018), saat dikonfirmasi terkait penemuan uang pecahan Rp100 ribu dengan total Rp2,5 juta yang ditemukan dan diamankan oleh Wahyu Siyanto (24) warga Jalan Pangeran Syarief RT 15 Nomor 52, Kelurahan Kumai Hilir Selasa (5/6/2018).
"Kemungkinan saat terjadi transaksi di ATM tersebut voltase listriknya sedang turun. Lantas saat nasabah merasa uang tidak keluar dan dikira transaksi gagal, maka nasabah tersebut langsung meninggalkan ATM," jelas Hadi.
Padahal, lanjut Hadi, ATM tersebut masih berproses, kemudian saat voltase naik uangnya keluar sendiri.
"Namun kami menjamin kalaupun uang tersebut keluar tanpa sepengetahun nasabah, namun pihaknya selaku pihak pengelola tetap akan bertanggung jawab, selama kejadian ditimbulkan oleh gangguan mesin ATM dan masih terjadi di kawasan dalam Mesin ATM itu sendiri. Ada ataupun tidak ada info terkait uang yang tercecer tersebut kami memiliki sistem canggih di dalam mesin ATM, jadi kalau ada selisih kami akan cari riwayatnya," jelasnya.
--page
Menurutnya, bila ada uang yang tercecar maka pihak bank akan mencari tahu melalui kombinasi data yang ada di mesin ATM maupun CCTV yang tersedia di setiap ATM.
"Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, uang yang tercecer itu telah dikembalikan oleh penemunya dan sudah diterima oleh pihak bank. Uang tersebut sudah dimasukan ke rekening sementara sambil kami data guna mencari tahu melalui pengecekan riwayat transaksi yang disamakan dengan rekaman CCTV, sehingga bisa diperoleh data siapakah pemilik uang tersebut," jelas Hadi. (WAHYU KRIDA/B-5)








