PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Selain menolak rencana Interpelasi yang diwacanakan DPRD Kalteng kepada Gubernur Kalteng, Nahdlatul Ulama (NU) Kalteng justru mengajak segenap ormas Islam dan lainnya melakukan ‘interpelasi balik’ wakil rakyat di DPRD Kalteng.

Ketua Tanfidziyah PWNU Kalteng, Wahyudi F Dirun mengatakan, landasan yang dilakukan DPRD untuk melancarkan aksi interpelasi tidak cukup kuat bahkan mengada-ada dan politis semata, serta motif ketidaksenangan segelintir oknum dewan yang menguasai DPRD.

Apalagi Kementerian Dalam Negeri sudah menengahi dan memberi penjelasan  yang isinya mementahkan alasan yang dikeluhkan DPRD, yaitu Pergub nomor 10/2018 yang mengatur hak keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan.

“Karena itu, senang tidak senang, suka tidak suka, NU mengajak segenap Ormas Islam dan Ormas lainnya untuk melawan tindak kesewenang-wenangan oknum DPRD ini. NU mengajak ormas dan masyarakat untuk “menginterpelasi” DPRD karena mereka sudah merongrong pemerintah daerah,” kata Wahyudi di gedung Pusdik NU, Jalan RTA Milono, Rabu (6/6/2018).

“Kita akan cabut mandat kita pada mereka, karena mereka sudah tidak lagi berpihak pada rakyat. Mereka lebih mementingkan pribadi dan mengesampingkan hal yang lebih besar dan mengorbankan daerah,” lanjutnya.

--page

Dia memandang, sikap NU soal rencana interpelasi tersebut tegas yakni menolak karena dinilai justru kontraproduktif dengan hak-hak publik yang diwakili dan tidak mencermikan hajat hidup orang banyak. (ROZIQIN/B-11)