SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Anggota DPRD Kotawaringin Timur, Agus Seruyantara mendesak agar pembangunan Jembatan Sungai Mentaya diperjelas dan segera dilaksanakan.

Pemkab Kotim diharapkan bisa aktif untuk segera merealisasikan wacana itu. Sebab sudah mendapatkan restu dari orang nomor satu di republik ini. 

Menurut Agus, jembatan itu  tidak hanya sekadar kebutuhan biasa namun kebutuhan mendesak. Sebab selama itu, daerah Mentaya Seberang sulit berkembang dan maju seperti Kota Sampit, padahal lokasinya ada di seberang kota.

"Selama ini sejumlah kontraktor enggan mengerjakan proyek di kawasan seberang karena biaya operasionalnya tergolong tinggi, bahkan tidak menutup pihak rekanan bisa mengalami kerugian," kata Agus, Rabu (6/6/2018).

Terutama untuk kegiatan yang mengguanakan bahan material dari beton sangat membutuhkan operasional besar. Maka dari itu pembangunan Jembatan Mentaya itu bukan perkara mudah di sektor anggaran, bisa mencapai  angka Rp 1 triliun.

--page

"Karena itu sulit jika masih mengandalkan keuangan kabupaten ataupun provinsi. Karena paling kuat APBD hanya membiayai pembebasan lahan saja," pungkasnya.

Jembatan Mentaya Sampit itu nantinya akan menghubungkan ibukota kabupaten dengan wilayah Kecamatan Seranau. (NACO/B-11)