BORNEONEWS, Palangka Raya – Menyampaikan amanat Kapolri, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengatakan ada empat potensi kerawanan yang berhasil dipetakan Pemerintah dan Kepolisian RI jelang dan setelah Hari Raya Idul Fitri 2018.
Kerawanan pertama adalah stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan. Pada 2017 kemarin secara umum stabilitas harga pangan dapat terjaga dan tidak terjadi kelangkaan bahan pangan.
Hal itu diwujudkan berkat kerjasama dari semua instansi terkait seperti Kementerian Pertanian dan Dinas pertanian serta dinas Ketahanan Pangan, Kementerian Perdagangan dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Bulog, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) maupun Satgas Pangan Polri.
“Pada tahun ini, potensi permasalahan masih berkisar pada masalah distribusi pangan, upaya penimbunan oleh kelompok kartel atau mafia pangan, maupun perilaku negatif pelaku usaha yang menaikkan harga diatas harga yang ditetapkan. Karena itu diperlukan kerjasama dan langkah proaktif dari stake holder terkait guna mengatasi hal ini,” kata Gubernur Kalteng.
Potensi kedua, adalah permasalahan kelancaran dan keselamatan arus mudik dan arus balik. Potensi kerawanan ketiga yang harus juga diantisipasi adalah potensi bencana alam dan gangguan kamtibmas lainnya.
--page
“Kerawanan ke empat adalah ancaman tindak pidana terorisme. Untuk menangkal ini, harus ditingkatkan kegiatan deteksi intelijen yang diimbangi dengan penegakan hukum secara tegas,” sebutnya. (ROZIQIN/B-11)








