TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang- Berbagai moda transportasi digunakan masyarakat untuk perjalanan mudik Lebaran. Baik menggunakan bus, pesawat, atau kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor.

Namun, khusus mudik menggunakan sepeda motor untuk mudik tidak direkomendasikan. Pasalnya, kendaraan ini tidak dirancang untuk perjalanan jauh, dan memiliki risiko kecelakaan cukup tinggi.

Kasat Lantas Polres Barito Timur Ipda Sugeng mewakili Kapolres AKBP Wahid Kurniawan mengatakan, 90% penyebab kecelakaan ialah faktor manusia. Maka dari itu, ia mengimbau bagi pemudik dengan sepeda motor selalu berhati-hati saat perjalanan mudik Lebaran.

Selain itu, ia menuturkan pemilik motor jangan sembarangan memodifikasi kendaraan mereka. Sebab, hal itu bisa mengurangi fungsi keselamatan motor.

"Prinsipnya, pabrik motor selalu memberikan produk yang aman. Buktinya, setiap motor yang dijual telah mengantongi SRUT," tutur Sugeng, Kamis (7/6/2018).

--page

Ia menambahkan, penyebab utama kecelakaan kebanyakan akibat kelalaian dari pengemudi itu sendiri. Seperti kelelahan sehingga terjadi tabrakan depan atau belakang.

"Perjalanan mudik harus dipersiapkan dengan matang. Jangan dipaksakan, sampai ditujuan. Harus tetap memperhatikan standard keamanan, saat balik mudik juga begitu," tutur Sugeng.

Jangan lupa, ketika berada di jalan harus mematuhi peraturan dan rambu lalu lintas. Dengan tertib di jalan raya bisa mengurangi angka fatalitas kecelakaan yang bisa terjadi sepanjang musim mudik dan balik Lebaran 2018. (PRASOJO EKO APRIANTO/B-3)