BORNEONEWS, Kuala Kurun - Sepuluh daerah di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) beresiko tinggi di bidang sanitasi, yakni persampahan, air limbah dan drainase.
Sepuluh daerah tersebut terdiri dari Kelurahan Kuala Kurun, Kelurahan Tewah, Desa Tumbang Pajangei, Kelurahan Sepang Simin, Desa Sepang Kota, Kelurahan Tumbang Miri, Kelurahan Tumbang Marikoi, Kelurahan Tehang, Kelurahan Tumbang Napoi dan Desa Tumbang Siruk.
"Kesemuanya membawahi 12 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Gunung Mas," kata Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Gumas Yohanes Tuah saat kegiatan kick off meeting Percepatan Program Pembangunan Sanitasi (PPSP) di aula kantor BP3D, Kamis (7/6/2018).
Terkait hal itu, Yohanes Tuah meminta kepada SOPD (satuan organisasi perangkat daerah) terkait dengan bidang sanitasi supaya benar-benar serius merencanakan program/kegiatan di daerah beresiko sanitasi.
Yakni, dengan mengutamakan skala prioritas dan dokumen pemutahiran SSK (strategi sanitasi kabupaten) menjadi acuan dalam implementasinya.
--page
"Sanitasi sebagai salah satu aspek penting dalam pembangunan. Terutama dalam menunjang kesejahteraan masyarakat, karena berkaitan dengan kesehatan, pola hidup, kondisi lingkungan permukiman, serta kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya. (EPRA SENTOSA/B-2)








