BORNEONEWS, Palangka Raya - Aparatur Sipil Negara (ASN) telah menerima THR yang cukup besar dan berbeda tahun ini. Jika biasanya hanya gaji pokok, kini THR dihargai sama dengan penerimaan tiap bulan yakni gaji pokok beserta segala tunjangannya.
Ini masih ditambah lagi dengan gaji ke-14 yang juga dikeluarkan bersamaan. Tapi bagaimana sebenarnya dampak dari adanya THR dan gaji yang besar ini bagi perekonomian, terutama di Kalimantan Tengah.
"Dampaknya sebenarnya positif ya bagi roda perekononian. Dengan adanya THR dan gaji ke-14 ini, daya beli masyarakat jadi meningkat, ekonomi bergerak lebih tinggi," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalteng, Wuryanto, Jumat (8/6/2018).
Menurut Wuryanto, daya beli masyarakat yang meningkat akan membuat pembelanjaan masyarakat juga lebih. Di saat masyarakat mampu membeli, maka hal itu akan menggerakkan ekonomi.
"Konsumsi rumah tangga akan meningkat jika daya beli masyarakat ada dan BI memandang ini adalah hal yang positif tentu saja," bebernya.
--page
Tapi di sisi lain, lanjut Wuryanto, akan ada sedikit dampak pada inflasi nantinya. Seperti biasa, jika daya beli masyarakat meningkat, pedagang akan cenderung menaikkan harga barang, terlebih ini menjelang hari besar keagamaan.
"Tapi kan karena daya beli ada, barang mahal masih bisa dibeli. Tapi kalau daya beli rendah kan tidak ada yang mampu beli, maka harga akan otomatis turun. Makanya kami rasa ini akan bisa memicu inflasi, apapun yang akan dijual pedagang akan ada yang beli," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-2)








