BORNEONEWS, Sampit - Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Jhon Krisli diminta tidak cuma melempar bola panas saja soal tander proyek multiyears RSUD dr Murjani Sampit.
"Karena jika tidak dibuka itu akan jadi pertanyaan publik nantinya. Maka dari itu saya harapkan Ketua DPRD Kotim bisa membuka siapa yang mengarahkan ke siapa kontraktor yang arahan dimaksud, supaya tidak menimbulkan fitnah," kata aktivis di Kotim, Arsusanto, Jumat (8/6/2018).
Ketua DPD LIRA Kotim tersebut menilai pernyataan Jhon Krisli itu memang tidak mungkin tanpa dasar dan informasi yang jelas. Akan tetapi alangkah baiknya dibuka ke publik supaya semua mengetahuinya.
Menurut Arsusanto persoalan di dunia kontraktor memang tidak asing lagi ada yang namanya kontraktor arahan oleh oknum pemerintahan.
Modus itu selama ini jadi momok bagi dunia kontraktor namun tidak terjamah olah aparat penegak hukum. Karena memang di situ permainannya sangat tertata dan rapi sekali, makanya sulit terendus dugaan main mata antara oknum panitia lelang, SOPD dan kontraktor.
--page
Sebelumnya Ketua DPRD Kotim Jhon Krisli mengaku mendapatkan keluhan dari sejumlah kontraktor kalau proyek multiyears Rp150 miliar rumah sakit dikondisikan.
Bahkan sejumlah pemilik alat diminta untuk memberi dukungan kepada kontraktor arahan itu saja. Dari itu Jhon meminta agar proyek itu jadi perhatian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (NACO/B-5)








