SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Jarum jam menunjukkan pukul 04.00 WIB. Petugas jaga di rumah jabatan Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel tampak menghidupkan mobil, satu lainnya membuka gerbang pagar berwarna merah putih itu.

Usai melaksanakan sahur, AKBP Mohammad Rommel didampingi Wakapolres Kompol Dhovan Oktavianton keluar dari rumahnya, menuju masjid untuk menunaikan salat subuh berjamaah. Kali ini tujuannya pesantren Darul Amin Sampit.

Cukup lama di sana, selepas salat subuh dan berbincang dengan pengasuh Pondok Pesantren Darul Amin, Ustadz Ahmad Royyan Zihdi Abrar, Rommel pun meninggalkan lingkungan pesantren. Tapi tujuannya bukan langsung pulang ke rumah.

Dengan masih mengenakan gamis berwarna coklat kehijauan, perwira menengah itu memilih mengecek pos pengamanan Operasi Ketupat Telabang 2018. Pos yang dituju di perempatan Jalan HM Arsyad - MT Haryono.

Kedatangan kapolres dan wakilnya cukup mengagetkan tiga anggota yang berjaga. Apalagi, kala itu tidak menggunakan mobil dinas. 

--page

Sambil menanyakan fasilitas yang didapat personel, Rommel juga menanyai seputar kondisi kota selama petugas berjaga. Sesekali dia juga bersenda gurau dengan personelnya, menunjukkan kedekatan pimpinan dan bawahan.

"Kita ingin melihat kesiapan anggota yang berjaga di pos pengamanan. Anggota polres harus selalu siaga. Demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif. Apalagi dengan semakin mendekatnya lebaran," kata Kapolres Kotim.

Sesaat sebelum meninggalkan pos pengamanan yang dikunjunginya, Rommel juga memberikan instruksi ke petugas jaga. "Senjata harus selalu didekatkan," pungkasnya. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-11)