SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Kepercayaan atau mitos yang masih dianut masyarakat menyulitkan petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukamara memberikan serum Anti Bisa Ular (ABU) kepada korban gigitan ular.

Masyarakat masih percaya, korban gigitan ular tidak bisa disembuhkan secara medis, sehingga menyebabkan beberapa korban terlambat penanganannya dan tidak bisa tertolong.

"Mereka lebih percaya bahwa korban gigitan ular dapat sembuh asalkan tidak dibawa masuk ke dalam rumah sehingga mereka juga tidak mau membawa korban kepada petugas kesehatan," kata Plt Dinkes Sukamara Chairuddin, Sabtu (9/6/2018).

Menurut Chairuddin, saat ini kasus korban gigitan ular yang menyebabkan meninggal dunia masih terjadi, karena terlambatnya penanganan medis. Padahal apabila korban cepat diberikan serum Anti Bisa Ular, ada harapan besar korban diselamatkan. (NORHASANAH/B-2)