BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Personel Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) terus memantau rumah barak di Kabupaten Kotawaringin Barat.
Hal ini untuk memastikan rumah barak tidak dijadikan lokasi prostitusi terselubung pascapenutupan seluruh lokalisasi di Kobar.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kobar Majerum Purni mengatakan, bupati mengintruksikan supaya mempererat pengawasan rumah barak pascapenutupan lokalisasi, juga menjaga kesucian bulan Ramadan.
"Pengawasan di eks lokalisasi juga tetap kita lakukan. Sejauh ini sudah tidak ada aktivitas di eks lokalisasi. Kemudian yang turut kita pantau adalah rumah barak," kata Majerum Purni, Sabtu (9/6/2018).
Ia mengaku, tidak ingin kecolongan bahwa rumah barak disalahgunakan untuk kegiatan prostitusi.
--page
"Jangan sampai penghuni eks lokalisasi ini pindah ke barakan. Itu yang kami pantau. Sejauh ini kita lakukan pendataan terhadap barak, juga masih aman," ujarnya.
Pengawasan tersebut bakal terus dilakukan. Bahkan akan semakin diperketat setelah Lebaran.
"Maka dari itu, kami harap masyarakat yang mengetahui ada praktik prostitusi langsung laporkan. Maka kita bakal tindak lanjuti. Jika terbukti tentu ada sanksi keras dari bupati," tegasnya. (ANDREANSYAH/B-3)








