KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan- Sudah lebih dari sepekan hujan tidak lagi mengguyur Kabupaten Katingan.

Akibatnya, Sungai Katingan yang membelah Kota Kasongan mulai surut.

Surutnya Sungai Katingan dikelukan sejumlah pemilik keramba ikan. Pasalnya, jika air terus surut dikhawatirkan ikan keramba akan mati, terutama yang masih kecil.

"Kalau air surut itu biasanya keramba kami kurang mendapatkan pasokan oksigen. Sebab lokasi keramba ada berada persis belakang tikungan. Sehingga saat sungai surut, air tidak mengalir alias tenang," sebut Ali, pemlik keramba ikan di sekitar Jembatan Kasongan, Sabtu (9/6/2018).

Ali berharap, musim kemarau tahun ini tidak panjang. Sebab jika kemarau berlangsung lama akan mempengaruhi perkembangan ikan keramba miliknya dan juga warga Kasongan lainnya.

"Soalnya kalau kemarau air sungai surut. Kalau jernih sih airnya enggak masalah. Tapi air yang ada bercampur lumpur sehingga mengakibatkan ikan banyak mati, seperti pada musim kemarau 2015 lalu," katanya.

--page

Ali menuturkan, saat musim kemarau pada 2015 lalu, dirinya dan sejumlah pemilik keramba lainnya, sempat berupaya agar ikan di keramba tidak mati. Salah satunya dengan menabur garam di dalam keramba dan memberikan ogsigen.

"Kita sempat taburkan garam untuk mengurangi kekeruhan, sebab kalau keruh biasanya ikan sulit bernapas, kadang ingsangnya penuh dengan lumpur menyebabkan ikan mati," tutupnya.(ABDUL GOFUR/B-3)