SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Suara isak tangis anak-anak mewarnai sunatan massal di Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Tangis mereka bersahut-sahutan, seperti mengerang kesakitan, meskipun petugas medis baru mulai membaringkan anak yang mau disunat tersebut. 

Peserta sunatan yang mayoritas masih duduk di bangku SD itu, bahkan ada yang rewel. Terlihat seorang anak tidak mau terlentang.  Dia tetap tengkurap dan terus menerus menangis. Hingga tim medispun meminta bantuan untuk memegang kaki dan tangan anak tersebut agar tidak bergerak dan dapat segera disunat. 

"Jangan nangis nak, gak sakit kok. Kan katanya mau disunat biar pintar," ujar salah satu orangtua peserta sunatan masal, Minggu (10/6/2018). 

Walaupun ada yang menangis, namun sejumlah anak lainnya banyak juga yang hanya diam saat disunat. Di antaranya mereka menyiasatinya dengan berdoa atau main game. 

--page

Para peserta sunatan massal sebanyak 59 orang. Merupakan kelompok keluarga kurang mampu. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Karang Taruna Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bekerjasama dengan Kecamatan Kota Besi dan PT Nusantara Sawit Persada (NSP). 

"Peserta ada 59 orang, dan ini kami lakukan sebagai kegiatan yang berhubungan langsung dengan masyarakat, yakni bakti sosial berupa sunatan masal," kata Ketua Karang Taruna Kotim Alang Arianto. 

Alang mengatakan, kegiatan itu sudah yang kedua kalinya, setelah di Kecamatan Cempaga. Tujuan kegiatan tersebut ingin membantu masyarakat kurang mampu dan momentum libur sekolah yang cukup panjang. 

Humas PT NSP Jeni Radianto mengatakan, kegiatan sosial sudah beberapa tahun terkahir dilakukan oleh pihaknya, guna membantu masyarakat sekitar. Bahkan dalam tahun ini sudah ada 10 desa yang dilaksanakan sunatan massal. 

"Ini merupakan kegiatan kami bersama Karang Taruna dan Kecamatan Kota Besi. Dan kami bersyukur bisa membantu masyarakat kurang mampu," ungkap Radianto. 

--page

Ketua Karang Taruna Provinsi Kalteng Abdul Hafid yang hadir pada acara itu mengapresiasi acara ini. Ia sangat senang dengan kegiatan yang digagas Karang Taruna Kotim.

"Ini harus jadi contoh, karena kegiatan sosial bisa berbentu apa saja. Dan jangan hanya sunatan masal, tapi juga bakti sosial lainnya," kata Hafid. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)