SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Dadang H Syamsu menilai, persoalan sampah belakangan ini di Sampit kian tidak terurus. 

Penumpukan sampah sejak sepekan lalu itu menujukan bahwa dinas teknis yang membidangi  urusan sampah itu tidak siap dengan berbagai kemungkinan persoalan yang muncul.

Bahkan ia sangat menyayangkan  sampah di sejumlah titik di Kota Sampit menumpuk bahkan meluber ke jalanan. Bahkan persoalan itu ada anggapan bahwa ada persoalan diinternal instansi yang mengurus sampah tersebut.

"Untuk penanganan sampah di Kota Sampit ini tidak main-main. Sehari saja ada masalah maka akan kelihatan sekali tumpukan sampah di sana sini," kata Dadang.

Menurut dia bisa dibayangkan jika ada dua hari saja sampah di kota ini tidak terangkut maka pemandangan berubah jadi Kota Sampah, mengingat berton-ton sampah yang dihasilkan masyarakat itu harus diangkut setiap hari.

--page

Dadang menyebutkan, penumpukan sampah yang terjadi itu hendaknya jadi pelajaran dan jangan sampai terulang. Apalagi Kotim dikenal sudah meraih piala Adipura namun  akan justru berbanding terbalik jika kondisi sampahnya meluber dimana-mana. (NACO/B-5)