BORNEONEWS, Palangka Raya - Warung remang-remang di Jalan Mahir Mahar lingkar luar Palangka Raya terancam dirobohkan jika terbukti sebagai tempat prostitusi.
Ini disampaikan Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kota Palangka Raya, Alman P Pakpahan seusai giat razia melibatkan TNI dan Polri, Minggu (10/6/2018) dini hari.
"Kalau terbukti akan kita rubuhkan," tegas Alman.
Ia menuturkan, penegasan tersebut bukan sekadar gertakan semata. "Dulu, kepemimpinan sebelum saya juga pernah merubuhkan warung disini karena terbukti jadi tempat seperti itu (prostitusi)," ungkapnya.
Sementara itu, dalam gelar razia yang berlangsung pada Sabtu (9/6/2018) hingga dini hari, sebanyak tiga perempuan diciduk. Juga ada laki-laki yang sedang berkunjung ke warung itu.
--page
Mereka diamankan karena dinilai tidak bisa menunjukan Identitas diri dengan jelas. "Selanjutnya kita bawa ke kantor. Sanksinya bisa Tipiring (tindak pidana ringan)," imbuhnya.
Di lain tempat, tim juga mengecek tempat hiburan karaoke di Jalan Christopel Mihing. Tempat itu terlihat tutup tapi pada saat dilakukan pengecekan ditemukan sejumlah remaja. Mereka lalu dibawa petugas lantaran tidak bisa menunjukkan identitas.
Berikutnya, tim bergerak ke Luna yang bertempat di Hotel Aquarius. Tetapi disitu petugas tidak mendapati adanya perempuan.
Secara keseluruhan, Alman menyebut bersyukur karena sudah banyak THM yang tutup. "Artinya sosialisasi selama ini berhasil," tuturnya. (BUDI YULIANTO/B-5)








