KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Kalimantan Tengah (Kalteng) HM Ruslan AS optimistis pasangan calon yang diusungnya dapat memenangkan 7 dari 11 Pilkada 2018 kabupaten/kota yang berlangsung di provinsi ini.

"Kami yakin pasangan calon yang diusung Golkar dapat memenangkan 7 Pilkada kabupaten/kota, bahkan lebih," katanya kepada awak media saat Safari Ramadan Golkar di Pembuang Hulu, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan, belum lama ini.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil survei persentase kemenangan pasangan calon bupati dan wakil bupati diusung Golkar jauh melebihi pasangan calon lainnya.

"Ini bukan sembarangan, kita ada konsultan serta survei, dan rata-rata persentase kemenangan di atas 60 persen," katanya.

Ia menambahkan, dari hasil kunjungan di lapangan, persiapan tim pemenangan di setiap kabupaten/kota juga sudah sangat baik untuk memenangkan pasangan calon yang diusung.

--page

"Semua persiapan sudah sangat baik, jadi tinggal menunggu saatnya pemilihan saja," terangnya.

Meski demikian, Ruslan mengingatkan agar seluruh tim pemenangan tetap solid, semangat dan terus bekerja keras sampai dengan waktu pemilihan pada 27 Juni mendatang.

"Insya Allah kita memimpin, tapi karena ini politik dan waktu pemilihan tidak terasa tinggal beberapa hari saja, maka saya terus mengingatkan agar tim pemenangan merapatkan barisan dan tetap solid untuk mencapai target maksimal," ucapnya.

Kemudian, khusus Pilkada Seruyan, Ruslan mengajak seluruh masyarakat untuk memilih pasangan calon Sudarsono dan Khairil Yadi untuk kembali memimpin kabupaten berjuluk "Bumi Gawi Hatantiring" selama lima ke depan.

Ia menilai, kinerja Sudarsono selama menjabat Bupati Seruyan sudah sangat baik. Bahkan Sudarsono mampu melakukan berbagai terobosan untuk mengangkat Seruyan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

--page

"Masyarakat jangan ragu memilih, beri kembali kesempatan kepada pasangan Sudarsono-Khairil Yadi, dan saya yakin keduanya mampu membangun Seruyan lebih baik lagi," katanya.

Pada kesempatan yang sama, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Seruyan 2018-2023 nomor urut satu Sudarsono dan Hairil Yadi akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan jika diberikan kesempatan memimpin daerah itu lima tahun ke depan.

"Jalan dan jembatan ini penting untuk menghubungkan seluruh kecamatan yang ada di Seruyan," kata Calon Bupati Seruyan Sudarsono.

Calon bupati petahana ini mengatakan, jalan penghubung yang menjadi prioritas pembangunan adalah ruas jalan penghubung Kuala Pembuang menuju Telaga Pulang, Kecamatan Danau Sembuluh terus menuju Kecamatan Suling Tambun.

Kemudian, salah satu jembatan yang harus dibangun adalah jembatan penguhubung dari Desa Baung, Kecamatan Seruyan Hilir untuk menuju Kecamatan Hanau.

--page

"Apabila kembali memimpin, maka kita bertekad dalam dua atau tiga tahun, infrastruktur jalan dan jembatan bisa terbangun," katanya.

Menurutnya, dengan diselesaikannya jalan dan jembatan yang menghubungkan seluruh kecamatan maka akan mendongkrak perekonomian masyarakat serta daerah.

Bahkan dengan terhubungnya seluruh kecamatan di "Bumi Gawi Hatantiring" akan membuat Kuala Pembuang menjadi pusat ekonomi di Seruyan dan Kalteng.

Selama ini pertumbuhan ekonomi di Seruyan bagian tengah itu menguntungkan Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat. Banyak warga Seruyan khususnya yang bekerja di perusahaan melakukan aktivitas ekonomi ke kedua kabupaten tersebut, bukan ke Kuala Pembuang karena belum terbangunnya atau berfungsinya jalan dan jembatan secara maksimal.

Kemudian, dengan terbangunnya jalan dan jembatan akan mendorong perusahaan perkebunan kelapa sawit di Seruyan untuk menggunakan Pelabuhan Samudera Teluk Segintung sebagai tempat bongkar muat crude palm oil (CPO) yang sebagian besar masih dilakukan di Pelabuhan Bagendang Kotawaringin Timur dan Pelabuhan Kumai Kotawaringin Barat.

--page

Ketika melakukan aktivitas di Pelabuhan Segintung, maka perusahaan-perusahaan juga dengan sendirinya akan berkantor di Kuala Pembuang, dan ini nanti yang membuat Kuala Pembuang menjadi pusat perekonomian di Seruyan dan Kalteng.

"Ini adalah strategi pembangunan untuk mendongkrak perekonomian. Setelah jalan dan jembatan, baru kita membangun pertanian dalam arti luas yang termasuk di dalamnya juga perikanan," jelasnya. (PP/B-5)