BORNEONEWS, Kasongan - Sejumlah proyek air bersih selama ini sudah beberapa kali masuk di wilayah Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Hiyang Bana Kecamatan Tasik Payawan, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.
Selain pemerintah daerah, proyek air bersih yang menghabisakan dana tidak sedikit, itu juga berasal dari sejumlah lembaga dan pemerintah pusat. Namun proyek air bersih di UPT Hiyang Bana sampai saat ini belum bisa membantu warga transmigran itu yang selama ini hanya mengandalkan air hujan untuk keperluan tiap harinya.
Menurut warga UPT Hiyang Bana, sedikitnya sudah pernah tiga kali ada lembaga atau pihak pemerintah yang membangun tempat pengolahan air bersih maupun mendirikan penampungan air untuk keperluan air bersih di UPT Hiyang Bana ini.
"Tapi mana dari dulu adanya proyek pembangunan pengolahan air bersih itu tidak pernah sekalipun kami rasakan, dan sekarang buktinya tempat-tempat pengolahan air bersih itu dibiarkan mngkrak tidak difungsikan sebagaimana mestinya," kata Syahyandi, warga UPT Hiyang Bana kepada borneonews.co.id Sabtu (16/6/2018).
Menurutnya, selain dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) beberapa proyek air bersih yang sudah dibangun juga bersumber dari APBD Katingan maupun bantuan pihak pemerintah pusat.
--page
"Dulu semua warga UPT Hiyang Bana dijanjikan akan mendapatkan pasokan air bersih dari pengolahan itu, tapi nyatanya kami sampai sekarang tidak pernah menikmatinya, tempat pengolahannya saja sekarang dibiarkan tanpa difungsikan dan tidak terurus," akunya.
Terbaru, katanya, adalah pembangunan tempat penampungan air bersih proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Ada dua lokasi pendirian proyek air bersih ini di wilayah UPT Hiyang Bana yang dikerjakan pada tahun 2017 dengan anggaran biaya per unitnya mencapai Rp435,715.000. Selain dari APBD Katingan, proyek air bersih ini juga didanai dari APBDes.
"Akan tetapi juga sejauh ini tidak ada manfaatnya bagi warga transmigran, tidak difungsikan sebagaimana mestinya," imbuhnya.(ABDUL GOFUR/m).








