BORNEONEWS, Kasongan - Sejumlah warga Unit Permikiman Transmigrasi (UPT) Hiyang Bana Kecamatan Tasik Payawan, Kabupaten Katingan menduga perusahaan kelapa sawit PT Arjuna yang menanamkan modalnya di wilayah Kecamatan Kamipang turut andil sebagai penyebab banjir di lahan pekarangan mereka.
Akibat banjir, warga mengaku paceklik. Pasalnya mereka tidak bisa menanam sayur mayur dan buah-buahan yang menjadi andalan warga untuk menopang biaya hidup setiap hari.
"Sudah dua tahun berturut-turut 2017 dan 2018 saat musim hujan kemarin pekarangan rumah kami ini kebanjiran dalam jangka waktu cukup lama, sehingga tanaman sayur dan buah yang kami tanam banyak yang mati karena terendam banjir," kata Ruri, warga UPT Hiyang Bana, Minggu (17/6/2018).
Setelah warga menyelidiki banjir yang menggenangi permukiman di UPT Hiyang Bana itu berasal dari limbah PT Arjuna.
"Soalnya waktu pabrik kelapa sawit itu belum beroperasi, pekarangan kami aman dari genangan banjir, tapi setelah pabrik PT Arjuna mulai jalan sejak dua tahun trrakhir saat musim hujan pekarangan tempat tinggal kami selalu kebanjiran," tuturnya.
--page
Selain dituding sebagai penyebab banjir di sejumlah tempat di UPT Hiyang Bana, pihak PT Arjuna juga dituding punya andil besar penyebab kerusakan jalan Kereng Pangi-Baun Bango, tepatnya di muara jalan masuk UPT Hiyang Bana.
Jalan yang hancur lebur akibat aktifitas kendaraan pengangkut TBS sawit itu sepanjang sekitar 1 Km.
"Kemarin saat musim hujan jalan yang rusak itu seperti kolam saja, tapi sekarang jalan berdebu dan belum diperbaiki lagi seperti sedia kala beraspal mulus," katanya.
Ruri dan warga lainnya belum lama ini diundang pihak kecamatan untuk membahas terkait rencana jalur pembuangan air atau drainase ke arah Sungai Katingan.
"Dalam rapat itu juga dihadiri pihak PT Arjuna dan kita berharap pihak perusahaan komitmen membangun saluran air menuju Sungai Katingan agar lingkungan kami tidak lagi kebanjiran saat musim hujan," imbuhnya. (ABDUL GOFUR/B-6)








