BORNEONEWS, Sampit - Bantuan dana desa maupun alokasi dana desa diharapkan mampu disisihkan untuk program penerangan bagi desa terutama yang belum teralari listrik. Itu ditegaskan anggota Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, Roy Lumban Gaol.
Menurut Roy, keuangan desa tentunya bisa dimanfaatkan tidak semata-mata untuk pembangunan infrastruktur saja. Namun juga kepada pasokan energi listrik.
Apalagi bagi desa yang belum bisa terjangkau oleh PLN setidaknya dengan melakukan pengadaan pembangkit listrik tenaga surya dinilai langkah tepat.
"Karena maju tidaknya suatu desa salah satu faktor pendukungnya energi listrik," kata politisi Partai Amanat Nasional itu, Selasa (19/6/2018).
Roy mengatakan, dulu di sejumlah desa memang pernah mendapatkan bantuan dari dinas terkait PLTS. Akan tetapi setelah bergulirnya DD dan ADD program itu berkurang.
--page
Maka dari itu, dengan besaran nilai keuangan desa setidaknya setiap tahun bisa dialokasikan untuk sebagian kegiatan tersebut. "Kalau sekaligus memang berat. Setidaknya tiap tahun adakan beberapa unit di samping untuk program kegiatan lain," tandasnya. (NACO/B-2)








