BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur, H Supriadi meminta agar kecelakaan kerja yang kerap terjadi di perusahaan jadi perhatian serius bagi Pemkab Kotim.
"Pelaksanaaan program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di perusahaan dengan seringnya kecelakaan kerja tentu jadi pertanyaan," kata Supriadi, Rabu (20/6/2018).
Ketua DPD Golkar Kotim ini menegaskan, K3 seyogyanya menjadi hal yang harus dilaksanakan di setiap perusahaan, baik itu perusahaan perkebunan dan perusahaan lainnya.
"Penerapan K3 bukanlah hanya tugas pemerintah saja, tetapi juga menjadi tugas para pekerja dan pengusaha, serta perlu menjadi kesadaran para pekerja dan pengusaha," ucapnya.
Maka dari itu, menurut Supriadi, perlu jadi penekanan agar kecelakaan kerja ini tidak kembali terulang. Dari itu, harus ada komitmen bersama.
--page
Supriadi juga turut prihatin dengan maraknya kecelakaan kerja yang terjadi tidak berselang lama belakangan ini. Yakni tewasnya buruh bongkar muat pupuk di pelabuhan di wilayah Kecamatan MB Ketapang.
Belum berselang lama, karyawan PT Bumi Hutan Lestari (BHL) kembali tewas setelah terlindas Grander. Baru berselang beberapa pekan giliran karyawan panen PT BHL setelah dijatuhi buah sawit yang ia panen. (NACO/B-2)








