BORNEONEWS, Kuala Kapuas- Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Tengah Yamin Muchtar menyatakan organisasi yang dirinya pimpin tidak akan terlibat dalam politik praktis.
Muhammadiyah yang didirikan oleh Ahmad Dahlan pada 18 November 1912 bertujuan melaksanakan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar, tajdid, dan usaha di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta kemasyarakatan lainnya.
"Jika ada yang mengaitkan dengan dukungan kepada pasangan calon tertentu, secara organisatoris itu tidak benar, namun secara perorangan sebagai masyarakat ya silakan itu haknya," kata Yamin Muchtar saat berada di Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, Kamis (21/6/2018).
Muhammadiyah, tegasnya lagi, secara organisatoris tidak ikut serta dalam politik. Mungkin di antara warga Muhammadiyah sebagai warga bangsa dan umat Islam ada yang ikut serta, namun diharapkan untuk tidak membawa atribut Muhammadiyah.
Hal senada disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Palangka Raya Bulkani. Ia juga seraya mengajak masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya Kabupaten Kapuas, untuk memberikan hak pilih mereka pada hari pencoblosan 27 Juni 2018.
--page
Menurut dia, Muhamamadiyah mengapresiasi dukungan masyarakat, penyelenggara pilkada, pasangan calon dan tim kampanye, media massa, dan aparat keamanan atas terselenggarakannya kampanye damai, aman, santun, beradab, dan berkualitas. (SARJITO/B-3)







