SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit- Seorang residivis mencegat lalu mengancam wartawan berinisial Nk, yang sehari-harinya meliput di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Merasa keselamatannya terancam dengan peristiwa itu, Nk didampingi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kotim Andri Rizki Agustian beserta sejumlah wartawan lainnya, melapor ke Polres Kotim, Kamis (21/6/2018).

Saat memberikan keterangan di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kotim, Nk mengatakan. ia tidak sengaja bertemu dengan residivis itu. Ia bertemu di perempatan Jalan Ahmad Yani dan Jalan Yos Sodarso, Sampit.

"Saya sedang dalam perjalanan menggunakan sepeda motor menuju tempat kejadian perkara (TKP) penemuan mayat di Jalan Iskandar, Kecamatan MB Ketapang. Saat di perempatan jalan saya tidak sengaja bertemu oknum itu. Dia menggunakan mobil pikap dan sudah mengganggu saya," ucap Nk.

Awalnya, Nk mengira orang yang ada di dalam pikap tersebut rekannya. Namun, saat lampu hijau, pikap itu tidak juga jalan. Saat diklakson para pengendara lainnya, barulah pikap tersebut belok ke Jalan Yos Sudarso searah dengan jalan yang dilalui Nk.

--page

Saat berbelok, Nk mencoba mendahului kendaraan roda empat yang menghalanginya itu. Sesampainya di simpang tiga, jalan Yos Sudarso dan Jalan MT Haryono, Nk pun belok ke kanan menuju arah dalam kota Sampit. Namun ia merasa diikuti, ia pun langsung berbalik arah menuju Jalan D.I Panjaitan.

"Saat berbalik, oknum itu berteriak-teriak menyuruh saya turun. Namun tidak saya hiraukan, karena saya mau ke TKP. Namun ternyata saya salah lokasi dan saya pun memutuskan untuk pergi ke kantor kejaksaan yang ada di Jalan Ayani," terangnya.

Tidak disangka, saat hampir sampai di perempatan Jalan DI Panjaitan dengan Jalan MT Haryono, Nk kembali bertemu dengan oknum tersebut. Oknum residivis itu pun kembali meneriaki Nk agar berhenti.

"Sini kamu, sini kamu. Berhenti. Kata oknum itu. Saya pun berhenti disebuah kios buah yang ada di kawasan itu," jelasnya.

Oknum itu langsung menghampiri dan mendorong-dorongnya. Melihat keributan itu, para pedagang di lokasi itupun melerainya. Sebelum dilerai, Nk sempat hendak melakukan perlawanan dengan meneriaki pelaku.

--page

"Saya teriaki ke warga, dia ini residivis. Oknum itu langsung melemah dan kabur. Mungkin dia malu," tutur Nk.

Merasa keberatan dengan hal itu, Nk pun melapor ke Polres Kotim. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-3)