SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit- Warga Jalan Iskandar, tepatnya di Batang Kayu Mas, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotim, sempat berniat mengantar seorang laki-laki tidak dikenal ke Dinas Sosial (Dinsos).

Namun, belum sempat niat itu terlaksana, laki-laki tanpa identitas tersebut ditemukan sudah menjadi mayat di bantaran sungai di kawasan tersebut.

"Rencananya hari ini (Kamis/21/6/2018) kami antar ke Dinsos. Karena kemarin (Rabu, 20/6/2018) kantor Dinsos tutup," ucap Pur, seorang warga di lokasi penemuan mayat laki-laki itu.

Korban diperkirakan sudah berada di lokasi itu selama kurang lebih lima hari. Ia tidur diteras bangunan  yang ada di Batang Kayu Mas.

Laki-laki itu juga ditahui memiliki penyakit kulit. Hampir seluruh tubuhnya terdapat koreng dan kulitnya melepuh.

--page

"Korengnya banyak, kulitnya melepuh, retak-retak seperti tanah yang kering. Banyak warga yang enggan mendekati laki-laki itu lantaran takut tertular," sebut Pur lagi.

Ia melanjutkan, sebelum ditemukan tewas, laki-laki itu sempat mengatakan ingin pulang ke kampung halamannya. Namun tidak memiliki ongkos. Sebab itulah dia makan dan tidur di depan teras bangunan Batang Kayu Mas.

Beberapa hari sebelumnya, korban sempat berkeliaran di sekitar pasar PPM untuk beli rokok dan minum kopi. Bahkan laki-laki itu sempat berjalan hingga ke Taman Kota Sampit.

"Selepas dari taman itu, di kakinya terdapat luka berdarah. Kurang tahu juga kenapa. Ia juga pernah mengatakan ingin pulang ke Nganjuk. Tapi tidak ada uang. Makanya kami kemarin ingin lapor ke Dinsos," sebut Pur. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-3)