PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Mudik Lebaran menyimpan kekhawatiran bagi peserta pilkada serentak 2018. Salah satunya di Kabupaten Katingan.

Pasalnya, ditengarai banyak warga sedang aksi mudik Lebaran ke kampung halaman, terutama pendatang luar daerah, dan belum sempat kembali ke Katingan. Terlebih, pemungutan suara berselang 11 hari dari hari Lebaran.

"Yang saya khawatirkan justru jumlah pemilih yang tidak sempat datang ke bikik suara untuk menggunakan hak pilih, karena belum balik ke sini pasca mudik lebaran, hal ini berpengaruh kecilnya jumlah suara yang mencoblos, partisipasi pemilih anjlok," ungkap Sakariyas, peserta pilkada Katingan yang juga mantan bupati dan wakil Bupati Katingan saat berada di Palangka Raya, Kamis (21/6/2018).

Ia berharap, KPU Katingan dan segenap pihak terkait untuk mengantisipasi hal ini dengan mengimbau secara optimal terkait tingkat partisipasi pemilih. Jika tidak, maka jumlah pemilih akan anjlok drastis.

Sebagai mantan kepala daerah, kekhawatiran Sakariyas ini cukup beralasan. Sebagai gambaran saja, tingkat partisipasi Pilkada Katingan pada 2013 lalu, pada putaran pertama sebesar 61,66% dan kedua turun sebesar 59,58%.

--page

Pada pilkada 2009, tingkat partisipasi pemilih di Kalteng sebanyak 69,10% atau 1.040.880 jiwa dari jumlah DPT sebanyak 1.506.244 jiwa.

Pada pilpres 2009, tingkat partisipasi pemilih di angka 65,45%. Jumlah DPT sebanyak 1.607.949 jiwa, sedangkan yang menggunakan hak pilih pada saat itu 1.052.557 jiwa.

Pada pilpres 2014, tingkat partisipasi pemilih di Kalteng pun hanya 65%. Terakhir pada pemilu Gubernur Kalteng, berdasarkan data KPU, partisipasi pemilih hanya 54,10%. Padahal KPU RI menargetkan partisipasi pemilih mencapai 77,5%. (ROZIQIN/B-3)