SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur, Syahbana menduga di lapangan masih banyak warga yang belum masuk dalam daftar pemilih sementara (DPS) yang baru saja diplenokan KPU Kotim.

"Maka dari itu yang tidak kalah penting, harus ada proaktif dari masyarakat, kepala desa, dan panitia pelaksana," kata dia, Kamis (21/6/2018).

Dia menegaskan, potensi pemilu tidak berjalan dengan mulus akan terjadi akibat banyaknya warga yang tidak masuk dalam DPS tersebut.

Ia juga meminta agar KPU aktif melakukan sosialisasi mengenai penurunan jumlah pemilih di DPS tersebut. Ini diperlukan untuk mengatasi banyaknya kehilangan daftar pemilih.

Lanjut Syahbana, sosialisasi ini penting agar jumlah pemilih yang dianggap hilang terlalu banyak ini jangan sampai terjadi supaya siapa yang nanti tidak ada di DPS segera melapor ke panitia untuk didaftarkan.

--page

Menurutnya, masyarakat harus diberikan pemahaman politik agar bisa aktif dalam pesta demokrasi mulai sejak tahapan awal ini hingga pelaksanaan.

Jika tidak, dia mengkhawatirkan partisipasi pemilih akan rendah dari tahun sebelumnya. Karena masyarakat yang masuk dalam DPT di pemilu sebelumnya saja masih ada yang enggan ke TPS, apalagi yang tidak terdaftar sama sekali. (NACO/B-2)