SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Jasad Stefanus Balim, karyawan PT Agro Wana Lestari di Desa Tumbang Penyahuan, Kecamatan Bukit Santuai, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dibawa ke RSUD dr Murjani Sampit untuk divisum.

Jasad korban yang ditemukan meninggal dunia di dasar Sungai G10 Penyahuan Estate, Kamis (21/6/2018) sekitar pukul 10.00 WIB itu telah tiba di kamar jenazah sekitar pukul 21.00 WIB. Setibanya di ruangan itu, jasad korban langsung diperiksa oleh para medis.

"Jenazahnya sudah ada di dalam ruangan. Petugas sedang memeriksanya. Kami berangkat dari pukul 16.00 WIB," ucap Lucas, salah seorang karyawan PT AWL yang ikut mengantarkan jasad korban ke kota Sampit.

Lucas mengatakan, ia tidak tahu pasti bagaimana peristiwa mengenaskan itu bisa terjadi. Ia ikut mengantarkan jasad korban lantaran sikap solidaritas. Lucas dan korban merupakan warga Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Korban tewas dengan kondisi mengenaskan. Leher korban sobek dengan diameter yang lebar. Diduga laki-laki 39 tahun yang kabur dari rumah tersebut nekat menghabisi nyawanya sendiri dengan menggunakan senjata tajam.

--page

"Kasusnya ditangani oleh polisi. Saya ikut ke sini karena dia (korban) tinggal di satu daratan dengan saya di NTT. Kami ke sini (Sampit) menggunakan ambulans perusahaan," sebut Lucas.  (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-2)