BORNEONEWS, Sampit - Baru satu minggu kerja di perusahaan besar swasta (PBS) yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit, Stefanus Balim warga Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan menggorok lehernya sendiri.
Korban merupakan karyawan di PT Agro Wana Lestari yang berada di Desa Tumbang Penyahuan, Kecamatan Bukit Santuai, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Tujuh hari lalu, ia beserta istrinya datang ke Kalimantan untuk bekerja di perusahaan itu.
"Baru satu minggu ia kerja di perusahaan, tapi sudah meninggal. Dia datang ke Kotim dengan istrinya," terang Lucas yang juga merupakan karyawan di perusahaan itu, Jumat (22/6/2018).
Stefanus yang diduga dalam pengaruh roh halus itu nekat membacok istrinya hingga mengalami robek di bagian leher. Beruntung nyawa sang istri dapat tertolongkan setelah para tetangga berdatangan dan langsung membawanya ke rumah sakit terdekat, Kamis (21/6/2018) sekitar pukul 09.00 WIB.
Sementara Stefanus, melarikan diri setelah melakukan penganiayaan berat itu. Ia kabur ke arah Sungai G10 Penyahuan Estate di perusahaan itu. Para karyawan lainnya mencoba mengejar Stefanus, namun ia telah menghilang.
--page
Para warga pun melakukan penyisiran dengan mengikuti bercak darah dari rumah korban. Satu jam berselang, barulah korban ditemukan di dasar sungai dengan kedalaman 3 meter. Kemudian jasadnya dievakuasi ke pinggir sungai yang selanjutnya dievakuasi ke RSUD dr Murjani Sampit.
Korban tewas dengan kondisi mengenaskan. Leher korban sobek dengan diameter yang lebar.
"Biasanya dia (Stefanus) tidak pernah marah-marah maupun ganggu orang. Ia dikenal baik dengan tetangga terlebih dengan orang yang satu daratan dengan dia," tutur Lucas. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-2)








