BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Dadang H Syamsu mengaku prihatin dengan kondisi kesejahteraan guru honorer yang ada di Kotim saat ini.
Terutama guru yang honornya dibayarkan melalui dana bantuan operasional sekolah (BOS). Sebab, sangat jauh dari batas angka kewajaran jika dilihat dari gaji yang diterima.
"Maka dari itu perlu ada terobosan baru dari pemerintah setempat bekerjasama dengan pihak ketiga untuk membiayai guru honorer ini," kata Dadang, Jumat (22/6/2018).
Menurut Dadang dengan menggandeng pihak ketiga diharapkan apa yang jadi harapan guru honor itu bisa terealisasi. Apalagi seperti diketahui pengabdian guru ini cukup besar.
Jika harus menunggu pengangkatan tenaga PNS maupun kontrak daerah untuk saat ini tentu sangat sulit. Mengingat daerah sendiri masih keterbatasan anggaran.
--page
Melalui pihak ketiga ini diharapkan mampu mengatasi itu semua. Honori yang didapat bisa dikatakan layak untum mencukupi kebutuhan mereka.
"Masa guru honor digaji Rp 500 - 800 ribu saja sebulan. Tentu masih jauh dari yang diharapkan dan sangat tidak sesuai sekali," tandasnya. (NACO/B-11)








