SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi meminta Pelabuhan Sampit dipindahkan ke daerah Desa Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, atau Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

"Kami sangat berharap agar pelabuhan bongkar muat dan penumpang dipindahkan secepatnya. Wacana itu sudah beberapa tahun terakhir digulirkan," kata Supian Hadi, Jumat (22/6/2018).

Pemkab pun mendesak Pelindo III memindahkan aktivitas di Pelabuhan Sampit. Banyak pertimbangan yang sudah dipikirkan sejak lama. Apalagi di dekat pelabuhan ada Ikon Kota Sampit Patung Jelawat, yang bisa mengganggu aktivitas pelabuhan.

"Selain itu, hilir mudiknya angkutan berat juga membuat jalan di dalam kota sering mengalami kerusakan. Sehingga hal itu sangat menganggu aktivitas masyarakat," kata Supian.

Bupati Kotawaringin Timur mengatakan akibat hal itu juga menghambat tata kota di Sampit. Bahkan pembangunan gapura di sekitar Taman Kota juga tidak bisa dilakukan karena maraknya lintasan angkutan berat.

--page

"Sudah lama pihak Pelindo III datang ke saya dan menyampaikan pembangunan pelabuhan, terminal penumpang, dan juga perhotelan di Bagendang, namun hingga saat ini beluam ada realisasinya. Harusnya itu sudah dikerjakan sejak 2013 lalu," tegas Supian. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)