PALANGKA RAYA –

BORNOENEWS, Palangka Raya- Sejumlah pihak berpendapat bahwa Kota Palangka Raya cocok menjadi ibu kota negara Indonesia, menggantikan Jakarta.

Namun, untuk mewujudkan pendapat itu, Palangka Raya harus memiliki ketahanan pangan yang kuat agar menjadi kota ideal.

"Kita mempunyai sekitar 200 ribu hektare lahan food estate yang terdiri dari jagung, tebu, dan kopi, yang saat ini jalan adalah tebu," kata Penjabat Sekda Kalteng Fahrizal Fitri, Jumat (22/6/2018).

"Food estate ini harus benar-benar kita kembangkan karena untuk menjadi ibu kota Indonesia yang baru, Palangka Raya harus mandiri dan mempunyai ketahanan pangan yang kuat," tambahnya.

Fahrizal menjelaskan, saat ini program food estate di Kabupaten Kotawaringin Barat sudah berjalan, bahkan sudah bekerja sama dengan perusahaan Sugar Group.

--page

Untuk langkah selanjutnya, program food estate akan bekerja sama dengan kehutanan. Fahrizal mengatakan nantinya area hutan akan dijadikan kawasan penyediaan makanan.

Untuk saat ini, food estate ada di daerah Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau, Barito Utara, Kotawaringin Barat, dan Kotawaringin Timur.  (GAZALI/B-3)