BORNEONEWS, Sampit- Kasus penemuan jasad Stefanus Balim, 39, di dasar sungai di kawasan PT Agro Wana Lestari (AWL), Desa Penyahoan, Kecamatan Bukit Santuai, Kabupaten Kotawaringin Timur, menyisakan banyak cerita.
Salah satunya cerita tentang upaya Stefanus Balim membunuh istrinya (identitas belum diketahui). Akibat perbuatan mendiang Stefanus, sang istri mengalami luka bacok di leher.
Belum ada keterangan resmi terkait luka yang diderita korban. Saat ini aparat kepolisian masih di lapangan untuk melakukan penyelidikan, mengumpulkan bukti dan keterangan saksi, dalam kasus yang terjadi pada Kamis (21/6/2018) itu.
"Kalau diperlukan nanti (istri Stefanus) akan kita bawa ke sini (Sampit)," kata Kapolres Kotim AKBP Mohammas Rommel, Jumat (22/6/2018).
Namun, saat ini korban masih dirawat di puskesmas di Desa Penyahoan. Pascakejadian yang cukup menggemparkan tersebut, nyawa korban berhasil diselamatkan setelah karyawan PT AWL langsung marikanya ke klinik perusahaan.
--page
Sementara itu, dari informasi yang diperoleh Borneonews, Stefanus diduga tewas akibat bunuh diri setelah membacok istrinya. Stefanus menyayat lehernya hingga akhirnya ditemukan karyawan PT AWL dalam kondisi sudah tidak bernyawa di dasar sungai.
Saat ini jenazah Stefanus masih berada di ruang jenazah RSUD dr Murjani Sampit. Belum ada keluarga yang datang mengambilnya.
"Masih ada mayatnya di kamar jenazah. Dari tadi tidak ada yang datang. Sepi saja," kata petugas di rumah sakit. (NACO/B-3)








