NACO –

BORNEONEWS, Sampit - Ketua Fraksi Hatinurani-Kebangkitan DPRD Kotawaringin Timur, Abdul Khalik meminta pemkab untuk memerhatikan kondisi alat pemadam kebakaran di Pasar Baru Parenggean, Kecamatan Parenggean.

Khalik mengatakan, kebakaran yang terjadi pada Jumat (22/6/2018) malam harus dijadikan pelajaran. Untungnya, saat itu tidak semua kios dan toko pedagang terbakar.

"Untungnya ada alat damkar hasil swadaya para pedagang. Maka dari itu kami minta pemkab mengadakan alat damkar di pasar itu," kata anggota Komisi I DPRD Kotim ini, Sabtu (23/6/2018).

Alat damkar di objek vital semacam itu sangat penting untuk disediakan. Salah satunya sebagai antisipasi awal jika sewaktu-waktu terjadi insiden kebakaran.

Di pasar, banyak aset milik pedagang yang nilainya tidak sedikit. Sehingga alat pemadam api tidak bisa diabaikan dan merupakan kebutuhan yang harus ada.

--page

"Kalau saya meminta setidaknya ada satu truk damkar berukuran sedang yang mampu dan mudah masuk areal pasar," ucapnya.

Alat damkar itu juga setidaknya tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk pasar saja. Tapi juga bisa digunakan warga sekitar jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran.(NACO/B-11)