KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan - Transportasi sungai atau air sejauh ini masih menjadi andalan bagi warga Tumbang Samba Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan.

Pantauan borneonews.co.id Sabtu (23/6/2018), Sungai Katingan yang membelah Tumbang Samba Ibukota Kecamatan Katingan Tengah tampak ramai dari aktivitas angkutan sungai seperti fery penyeberangan.

Ada puluhan fery penyeberangan tradisional milik warga Tumbang Samba yang setiap harinya pergi pulang untuk menyeberangkan barang atau orang maupun kendaraan.

Sejauh ini baik di kanan atau kiri arah Utara Sungai Katingan, tampak ratusan bangunan rumah penduduk berdiri, dan terbanyak berada di bantaran Sungai Katingan.

Untuk sekali menyeberang pengguna jasa penyeberangan yang membawa sepeda motor dikenai tarif Rp5 ribu per kendaraan.

--page

Sedangkan kendaraan roda empat ditarik retribusi sebesar Rp15 ribu, sementara untuk kendaraan jenis truk ditarik Rp25 ribu sampai Rp30 ribu per unit.

"Aktivitas Sungai Katingan di Tumbang Samba sudah sejak lama selalu ramai, terutama adanya banyak fery penyeberangan yang pergi pulang mengantarkan penumpang ataupun barang," ujar Heri warga Tumbang Samba.

Camat Katingan Tengah, Hariawan membenarkan kalau sejauh ini transportasi sungai di wilayahnya masih cukup ramai.

Dia mengakui terkait rencana pembangunan Jembatan Tumbang samba yang bakal melintang di atas Sungai Katingan dari Desa Telok menuju Tumbang Samba sudah mulai dilaksanakan dengan pembangunan awal pemancangan tiang jembatan.

"Harapan kami warga Tumbang Samba pembangunan jembatan itu bisa selesai tepat waktu nantinya," harapnya. (ABDUL GOFUR/B-6)