BORNEONEWS, Palangka Raya - Kapolda Kalimantan Tengah Brigadir Jenderal Anang Revandoko optimistis pemilihan kepala daerah (pilkada) di 10 kabupaten dan satu kota bakal berjalan aman.
Keyakinan jenderal bintang satu itu lantaran semua pihak bersatu mewujudkan pilkada damai. Bahkan hingga saat ini, semua tahapan pesta demokrasi berjalan lancar.
"Percayalah, kami TNI-Polri bersama Kabinda, Kejaksaan, KPU, Bawaslu, dan pemerintah siap mewujudkan pilkada damai," tegas Anang Revandoko, Minggu (24/6/2018).
"Saya pastikan aman," imbuhnya didampingi Danrem 102/Panju Panjung Kolonel Inf Harnoto seusai bersepeda santai dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara yang ke-72 di Korem.
Sinergitas antara TNI dan Polri memang tidak diragukan lagi. Dua institusi ini bagaikan saudara kandung yang tidak bisa terpisahkan.
--page
Pada saat memperingati hari besar Polri, acap mengambil tempat di markas TNI. Hubungan yang cukup solid itu tentu saja mendukung rasa aman demi menyukseskan pesta demokrasi.
"Kalau TNI-Polri bersatu, semua akan kondusif. Semua masalah bisa diselesaikan. Oleh sebab itu, silakan masyarakat hadir ke TPS (pada 27 Juni untuk mencoblos paslon pilihannya) dan kita jamin nanti aman," tegasnya.
Kapolda menuturkan, kondisi yang sangat kandusif itu sudah dirasakan sejak lama. Semua tidak lepas dari kerja keras Polri bersama TNI, aparatur pemerintahan, dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat serta semua pihak.
Dalam hal pengamanan, sebanyak 1.054 personel telah digeser ke daerah pelaksana pilkada. Mereka akan membantu Polres jajaran mengamankan jalannya pemilihan.
Jumlah ersonel bawah kendali operasi (BKO) ini disampaikan Kapolda seusai apel pergeseran pasukan di halaman Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Polda Kalteng, Jumat (22/6/2018).
--page
Anggota juga dibekali dengan alat kentongan, di luar dari peralatan utama Polri. Kapolda menyebut, kentongan merupakan peralatan yang sudah tua.
Fungsinya yakni bila ditabuh menandakan sesuatu terjadi. Oleh sebab itu, ia bertekad kembali memberdayakan alat tersebut.
Selain personel Polri, Anang juga menyebut bahwa pihaknya mendapat bantuan pengamanan dari TNI. "Kita dibantu TNI. Jadi Polri-TNI bersama memberikan rasa aman dengan harapan pesta demokrasi berjalan lancar," bebernya.
Menurut Anang, tidak ada daerah tertentu yang dianggap paling rawan. Semuanya sama dan tetap menjadi atensi dalam pengamanan.
"Mari sama-sama menjaga agar pesta ini berjalan lancar," ajaknya.
--page
Sementara itu, Kolonel Inf Harnoto menegaskan siap membantu Polri melakukan pengamanan. "Kita standby dan siap on call. Artinya bila sewaktu-waktu dibutuhkan, kita sudah siap," tegas Harnoto.
Jauh hari sebelumnya, Polda Kalteng menggelar deklarasi pilkada damai dengan waktu dan tempat berbeda. Deklarasi tersebut dihadiri semua pihak seperti TNI-Polri, pemerintah, pasangan calon, serta tokoh masyarakat, adat, pemuda, dan agama.
Tidak hanya itu, pada Kamis (1/6/2018), juga digelar deklarasi semangat persatuan dan kesatuan di Tugu Soekarno, Kota Palangka Raya.
Para tokoh lintas suku dan budaya, agama, serta instansi, hadir pada kegiatan tersebut. Ada beberapa poin yang dideklarasikan oleh lintas tokoh di Kalteng.
Di antaranya menjunjung tinggi Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
--page
Menjaga kerukunan dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di Kalteng.
Mengedepankan sikap toleransi antarpemeluk umat beragama, kesukuan, ras, golongan dan penganut keyakinan di Kalteng.
Kegiatan terbaru dalam memperkuat persatuan dan kesatuan adalah digelarnya halal bihalal kebangsaan dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Kegiatan berlangsung di rumah Betang, Palangka Raya, Jumat (15/6/2018).
Di sisi lain, Polri juga terus memberikan imbauan agar masyarakat bijak dalam menggunakan media sosial (medsos). Ini seiring banyaknya informasi hoax alias bohong bertebaran di medsos.
Polri juga menyerukan bakal memproses siapa saja yang dengan sengaja membuat hoax hingga suasana menjadi tidak kondusif.
--page
Sebagai bukti, seorang laki-laki berinisial MZ, 30, warga Handil Saletak, Desa Pulau Mambulau, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, ditangkap karena menyebarkan hoax bermuatan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).
MZ menyebarkan hoax melalui Facebook. Ia memosting sebuah foto seseorang yang tewas dan masih terdapat bercak darah lalu memberi caption bermuatan SARA. Hanya berselang beberapa menit setelah itu, MZ diringkus.
"Pelaku mengunggah postingan berita hoax bersifat SARA di media sosial Facebook," ujar Kapolres Kapuas AKBP Sachroni Anwar melalui Kabagops Kompol Januar Kencana, Jumat (22/6/2018).
Gerak cepat dalam menangkal berita hoax itu sebagai bukti kesiapan Polri menjaga Kalteng agar selalu aman. Gerak cepat lainnya ditunjukkan ketika Kabupaten Kapuas beberapa bulan lalu sempat tegang akibat salah satu pasangan calon dinyatakan tidak lolos oleh KPU.
Namun, Polri bersama TNI berhasil meredam. Titik permasalahan pun dapat diselesaikan sesuai jalur hukum yang berlaku.
--page
Selanjutnya, gebrakan Polri dalam menyerukan anti hoax cukup berhasil. Sebab, banyak masyarakat yang turut menyerukan anti hoax, mendukung Polri mewujudkan pilkada damai. Baik itu perorangan, kelompok, masyarakat hingga pasangan calon.
"Untuk di Palangka Raya saja, kalau ditotal sudah ada ribuan orang yang menyerukan hal itu," kata Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul Rein Krisman Siregar, Sabtu (23/6/2018).
Timbul bersama jajarannya juga gencar menyambangi tempat ibadah berikut mengajak semua pihak bersam-sama melaksanakan pilkada damai. Baik itu di masjid, gereja, vihara, maupun lainnya.
Salah satu bukti adalah pada saat kapolres didampingi Kasat Binmas AKP Junaldi menyambangi Vihara Avalokitesvara di Jalan Tjilik Riwut Km 9, Palangka Raya, Senin (16/4/2018) malam.
Kehadiran Kapolres beserta jajarannya disambut hangat umat Budha. Pembimbing umat Budha Kalteng, Partiyem menyampaikan terima kasih kepada Kapolda beserta jajaran karena telah berkunjung di rumah ibadah tersebut.
--page
Ia pun mengajak seluruh umat Budha untuk mendukung jalannya pesta demokrasi. Kemudian bijak dalam menggunakan medsos dan mendeklarasikan diri anti hoax. (BUDI YULIANTO/B-3)








